five

Analsisis Persepsi Masyarakat Terhadap Vaksin Covid-19 Di Indonesia Sebagai Masukan Bagi Pemerintah

收藏
DataCite Commons2022-09-21 更新2025-04-16 收录
下载链接:
https://dataverse.telkomuniversity.ac.id/citation?persistentId=doi:10.34820/FK2/A55EEN
下载链接
链接失效反馈
官方服务:
资源简介:
Pada tanggal 2 maret 2020, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan adanya warga negara Indonesia yang terkonfirmasi positif covid-19. Berdasarkan data dari laman resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sampai dengan tanggal 30 Maret 2020 jumlah jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 1.501.093 kasus, total sembuh sebanyak 89,1% (1.336.818) dan meninggal dunia sebanyak 2,7% (40.518), sementara itu kasus yang masih aktif adalah sebanyak 8,2% (123,694). Berbagai upaya dilakukan Pemerintah untuk menekan penyebaran covid-19 di Indonesia. Diantaranya membentuk tim satuan tugas penanggulangan covid-19, menerapkan protocol Kesehatan, PSBB, dan yang terbaru adalah vaksin covid-19. Vaksin dimulai sejak tanggal 13 Januari 2021 yang ditandai dengan penyuntikan vaksin kepada presiden. Vaksinasi covid-19 dimaksudkan untuk membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity. Sejak penyuntikan vaksin covid-19 mulai diberlakukan muncul berbagai reaksi dari masyarakat, yang dipicu dari tingkat kepercayaan yang berbeda-beda terhadap vaksin. Reaksi dari masyarakat tersebut disalurkan melalui berbagai media. Media social tidak luput menjadi salah satu media tempat menyalurkan opini dan berbagai reaksi masyarakat terhadap kebijakan maupun kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Berdasarkan riset pada Hari Sosial Media yang jatuh pada Tanggal 3 Juni 2020, Indonesia mencatat 3 aplikasi media sosial yang sering digunakan masyarakat adalah Instagram, Twitter, dan Tiktok. Berdasarkan fenomena tersebut tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis persepsi masyarakat terhadap vaksin covid-19 yang dilakukan di Indonesia sebagai masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan selanjutnya. Penelitian akan memanfaatkan User Generated Content (UGC) dan merupakan data driven research untuk menganalisis persepsi masyarakat. Selanjutnya juga akan dilakukan pengelompokan opini masyarakat menggunakan Latent Dirichlet Allocation (LDA) untuk mengetahui topik pembicaraan yang sering dibahas oleh masyarakat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan lanjutan terkait vaksin covid-19 di Indonesia.

2020年3月2日,印度尼西亚总统佐科·维多多(Joko Widodo)正式宣布印尼国内出现新型冠状病毒肺炎(COVID-19)确诊病例。据印尼新冠疫情防控与国家经济复苏委员会官方网站数据,截至2020年3月30日,累计确诊病例达1501093例,其中治愈89.1%(1336818例),死亡2.7%(40518例),现存活跃病例占比8.2%(123694例)。 印尼政府采取多项举措遏制新冠疫情传播,包括组建新冠疫情防控专项工作组、落实健康防疫规程、推行大规模社会活动限制(PSBB),以及最新推出的新冠疫苗。新冠疫苗接种于2021年1月13日启动,首次接种对象为总统本人。新冠疫苗接种的目标是建立群体免疫(herd immunity)屏障。 自新冠疫苗接种实施以来,社会各界出现了不同反响,这源于民众对疫苗的信任程度存在差异。民众的此类反馈通过各类媒介得以传播,社交媒体亦成为民众抒发对政府相关政策与举措的观点与情绪的重要平台之一。根据2020年6月3日世界社交媒体日的相关调研,印尼民众常用的三款社交媒体分别为Instagram、Twitter以及TikTok。 基于上述背景,本研究旨在分析印尼民众对新冠疫苗的认知与态度,为政府后续制定相关防疫政策提供参考依据。本研究将采用用户生成内容(User Generated Content, UGC)作为研究数据,属于数据驱动型研究,以分析民众的认知态度。此外,本研究还将借助潜在狄利克雷分配(Latent Dirichlet Allocation, LDA)模型对民众的观点进行聚类分析,以挖掘民众讨论的高频话题。本研究预期成果可为印尼政府后续制定新冠疫苗相关政策提供决策参考。
提供机构:
Telkom University Dataverse
创建时间:
2022-09-21
二维码
社区交流群
二维码
科研交流群
商业服务