POLA INTERAKSI DAN KOMUNIKASI PADA INDIVIDU DENGAN SIMPTOM ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) DI SLB 1 SUMBAWA
收藏资源简介:
Abstrak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakangangguan perkembangan saraf yang ditandai oleh kesulitanmemusatkan perhatian, perilaku impulsif, dan hiperaktivitas, yang dapat memengaruhi kemampuan interaksi sosial sertakomunikasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanpola interaksi dan komunikasi pada individu dengan simptomADHD di SLB 1 Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatankualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalahseorang siswa SMPLB berusia 15 tahun yang menunjukkanindikasi simptom ADHD. Teknik pengumpulan data dilakukanmelalui observasi partisipan dan wawancara semi-terstrukturdengan guru dan orang tua. Analisis data dilakukanmenggunakan teknik triangulasi sumber dan data untukmeningkatkan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa subjek mengalami hambatan pada aspek komunikasipragmatik, ditandai dengan keterbatasan kosakata, kesulitanmempertahankan komunikasi dua arah, penggunaan bahasa yang kurang sesuai konteks, serta ketergantungan pada pengulanganujaran dan isyarat nonverbal. Dalam aspek interaksi sosial, subjektetap menunjukkan keterlibatan sosial melalui kontak visual, verbal, dan fisik, namun sering muncul pada situasi yang menuntut fokus dan ketenangan, sehingga kurang selaras denganaturan pembelajaran di kelas. Temuan ini menunjukkan bahwameskipun individu dengan simptom ADHD memiliki potensiinteraksi sosial, diperlukan dukungan lingkungan yang terstrukturdan strategi komunikasi yang konsisten agar proses adaptasisosial dan komunikasi dapat berkembang secara optimal. .Kata Kunci: ADHD, pola interaksi sosial, komunikasi, anak berkebutuhan khusus, SLB. Abstract Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is a neurodevelopmental disorder characterized by difficulties in attention regulation, impulsivity, and hyperactivity, which may affect children’s social interaction and communication abilities. This study aimed to describe patterns of interaction and communication in an individual with ADHD symptoms at SLB 1 Sumbawa. A qualitative approach with a case study design was employed. The research subject was a 15-year-old junior high school student in a special education setting who exhibited symptoms consistent with ADHD. Data were collected through participant observation and semi-structured interviews with teachers and parents. Data analysis was conducted using source and data triangulation to ensure credibility. The findings revealed that the subject experienced difficulties in pragmatic communication, including limited vocabulary, challenges in maintaining two-way communication, inappropriate language use in social contexts, and reliance on repetitive speech and nonverbal cues. In terms of social interaction, the subject remained socially active through visual, verbal, and physical contact; however, these behaviors often emerged in situations requiring focus and calmness, making them less aligned with classroom rules. These results indicate that although individuals with ADHD symptoms possess social interaction potential, structured environmental support and consistent communication strategies are essential to facilitate optimal social and communicative adaptation. Keywords: ADHD, social interaction patterns, communication, children with special needs, special education school.



