five

Kebebasan Akademik: Melanjutkan Gagasan Psikologi Perguruan Tinggi

收藏
osf.io2018-04-09 更新2025-01-22 收录
下载链接:
https://osf.io/nz7v9
下载链接
链接失效反馈
官方服务:
资源简介:
Pada 2009, Prof. Dr. Ali Nina Liche Seniati, Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, menawarkan gagasannya mengenai Psikologi Perguruan Tinggi (Psychology of Higher Education). Perlukah sistem bersifat apresiatif dan mengakomodasikan diferensiasi dosen berdasarkan kecintaannya terhadap salah satu bidang Tridarma Perguruan Tinggi? Ungkapan Prof. Dr. Satrio Soemantri Brojonegoro (2015) mengenai analogi buah-buahan tepat menyentuh jantung psikologi, yakni penghargaan atau apresiasi terhadap perbedaan individual (individual differences). Sebuah hal fundamental yang menyusun manusia dan membuat manusia berbeda satu sama lain adalah pemaknaan, penghayatan, pembadanan, dan perwujudan dari kebebasannya. Kebebasan akademik merupakan bagian dari perjuangan ilmiah (scientific endeavor). Universitas Berkelas Dunia dalam arti sebenar-benarnya, menurut hemat penulis, merupakan universitas yang melakukan perjuangan ilmiah yang hebat. Bebas secara akademik bukan hanya sekadar tidak terganggunya kebebasan itu (oleh intimidasi, teror, korupsi, kepentingan politik, dan sebagainya), melainkan juga dosen mampu mengoptimalkan perwujudan talenta dirinya, mampu menjawab tantangan terhadap kebebasannya, serta membuahkan karya dari kebebasannya itu baik untuk dirinya sendiri maupun untuk komunitasnya.

于2009年,印度尼西亚大学心理学系资深教授、教授阿里·尼娜·利切·塞尼阿蒂博士提出了关于高等教育心理学的见解。高等教育体系是否应具备一种赏识性,并能够根据教师对其高等教育三纲领之某一领域的热爱程度进行差异化适应?萨特里奥·索曼特拉·布罗约诺戈罗教授(2015年)关于水果类比的心理共鸣的表述,恰如其分地触及了个体差异的认可或赏识的主题。构成人类并使人类彼此区别的一个基本要素,是对自由的理解、感知、塑造和实现。学术自由是科学探索(scientific endeavor)的一部分。在作者看来,真正的世界一流大学,是那些进行卓越科学探索的大学。学术自由的实现,并不仅仅是免受恐吓、恐怖、腐败、政治利益等因素的干扰,而是教师能够最大限度地发挥自身才华,应对自由的挑战,并从自由中产生既有利于个人又有利于社区的成果。
提供机构:
Center For Open Science
二维码
社区交流群
二维码
科研交流群
商业服务