遇见数据集

Climate Resilience Pocketbook: A Guide for Women, People with Disabilities, and Older Adults in Eastern Indonesia/ Buku Saku Ketangguhan Iklim: Panduan untuk Perempuan, Penyandang Disabilitas, dan Lanjut Usia di Indonesia Timur

收藏
Monash University Figshare2026-07-29 更新2026-07-29 收录
官方服务:

资源简介:

[This pocketbook is available in Bahasa Indonesia and English/ Buku saku ini tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris]. English Summary This pocketbook is based on research about how people in Eastern Indonesia learn to cope with climate change. Climate change is a significant issue, and its effects are felt more acutely by certain groups, including older individuals, women, and people with disabilities. The research emerges from regions where climate change poses significant challenges. It allows individuals to share their experiences of climate change. This research is from a project titled “Developing a Model of Futureproofing for Climate Resilience by Engaging Communities in Eastern Indonesia.” It was funded by the KONEKSI Program, which is supported by the governments of Australia and Indonesia. The research has been conducted by Monash University Australia, Monash University Indonesia, in partnership with a range of community-based advocacy and service organisations from Eastern Indonesia. We hope this book helps many people become stronger and more prepared for the future in a changed climate. Thank you to everyone who participated in this research, especially the individuals in Kupang, Lombok, and Makassar who shared their stories. We also extend our gratitude to the researchers from Indonesia and Australia for their hard work. For more information https://www.monash.edu/indonesia/our-research/mofcrec Call to Action! Use this pocketbook as a practical reference: policymakers to mainstream inclusion in Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD)/ Regional Government Work Plan (RKPD); agencies to tailor services and technologies for vulnerable groups; village leaders and NGOs to mobilise inclusive community plans; and individuals and households to adopt simple actions that improve preparedness and livelihoods. By working together—across regions, sectors, and communities—we can build resilient systems that protect lives, sustain incomes, and leave no one behind. Keep this guide close, share it widely, and return to its steps and templates when planning, training, or responding. Inclusive, coordinated, and locally grounded climate action is not only possible—it is necessary for a safer, fairer future for Eastern Indonesia. Bahasa Indonesia Buku saku ini disusun berdasarkan pada penelitian mengenai bagaimana masyarakat di Indonesia Timur belajar menghadapi perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan isu penting, dan dampaknya dirasakan lebih berat oleh kelompok tertentu, termasuk lanjut usia, perempuan, dan penyandang disabilitas. Penelitian ini dilaksanakan di wilayahwilayah yang mengalami tantangan besar akibat perubahan iklim. Penelitian ini memberi kesempatan kepada individu untuk berbagi pengalaman mereka menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek berjudul “Mengembangkan Model Ketahanan Iklim Masa Depan melalui Pelibatan Komunitas di Indonesia Timur.” Proyek ini didanai oleh Program KONEKSI, yang didukung oleh pemerintah Australia dan Indonesia. Penelitian dilaksanakan oleh Monash University Australia dan Monash University Indonesia, bekerja sama dengan berbagai organisasi advokasi serta layanan berbasis komunitas dari Indonesia Timur. Kami berharap buku ini membantu banyak pihak untuk menjadi lebih tangguh dan lebih siap menghadapi masa depan di tengah perubahan iklim. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini, khususnya masyarakat di Kupang, Lombok, dan Makassar yang bersedia membagikan cerita mereka. Kami juga menyampaikan penghargaan kepada para peneliti dari Indonesia dan Australia atas kerja keras mereka. Untuk informasi lebih lanjut: https://www.monash.edu/indonesia/our-research/mofcrec Seruan untuk Aksi Iklim! Gunakan buku saku ini sebagai rujukan praktis: pembuat kebijakan untuk mengarusutamakan inklusi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) / Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD); instansi untuk menyesuaikan layanan dan teknologi bagi kelompok rentan; pemimpin desa dan LSM untuk menggerakkan rencana komunitas yang inklusif; dan individu dan rumah tangga untuk mengambil tindakan sederhana yang meningkatkan kesiapsiagaan dan pekerjaan. Dengan bekerja bersama—lintas wilayah, sektor, dan komunitas—kita dapat membangun sistem yang tangguh untuk melindungi nyawa, mempertahankan penghasilan, dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Simpan panduan ini agar mudah dijangkau, bagikan secara luas, dan rujuk kembali langkah-langkah serta acuan yang disajikan saat merencanakan, melatih, atau merespons. Aksi iklim yang inklusif, sejalan, dan sesuai dengan konteks setempat bukan hanya mungkin, melainkan penting demi masa depan yang lebih aman dan lebih adil bagi Indonesia Timur.

创建时间:
2026-07-29
二维码
社区交流群
二维码
科研交流群
商业服务