five

Analisis peranan sektor pertanian sebagai basis pertumbuhan ekonomi wilayah di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Indonesia

收藏
Figshare2018-05-30 更新2026-04-29 收录
下载链接:
https://figshare.com/articles/dataset/Analisis_peranan_sektor_pertanian_sebagai_basis_pertumbuhan_ekonomi_wilayah_di_Kabupaten_Konawe_Selatan_Sulawesi_Tenggara_Indonesia/6394235
下载链接
链接失效反馈
官方服务:
资源简介:
Penelitian bertujuan untuk menganalisis sektor pertanian yang menjadi basis pertumbuhan ekonomi wilayah di Kabupaten Konawe Selatan, sejauh mana peranan sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Konawe Selatan dan wilayah Kecamatan yang menjadi basis sektor pertanian Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian menggunakan data sekunder berupa data time series PDRB Kabupaten Konawe Selatan dan PDRB Propinsi Sulawesi Tenggara, serta nilai produksi komoditas menurut subsektor periode tahun 2008-2012. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis Locationt Qoutient (LQ) untuk menentukan basis subsektor, analisis shift share (SS) untuk menentukan peranan subsektor dan analisis gabungan untuk menentukan prioritas subsektor. Pemetaan wilayah basis dilakukan untuk menentukan wilayah basis pengembangan subsektor dengan menggunakan SIG, software ARcVIEW ver 3.1. Hasil analisis LQ menunjukkan, sektor pertanian termasuk sektor basis dengan nilai LQ>1. Nilai LQ masing-masing subsektor menunjukkan nilai LQ>1 yakni subsektor tanaman bahan makanan, subsektor peternakan dan hasilnya, subsektor kehutanan dan subsektor perikanan. Sementara subsektor perkebunan tergolong sektor nonbasis dengan nilai LQshift share komponen pertumbuhan regional (PR) bernilai positif sebesar 26,85%. Pertumbuhan proporsional (PP) bernilai positif, dengan nilai tertinggi subsektor perkebunan dan terendah subsektor kehutanan. Sementara komponen pertumbuhan pangsa wilayah (PPW) subsektor perkebunan bernilai positif, subsektor lainnya bernilai negatif. Hasil analisis gabungan LQ dan shift share (SS) subsektor perkebunan tergolong sebagai subsektor dengan perkembangan progresif (maju) berdaya saing wilayah berada pada kuadran I, pertumbuhan proporsional (PP) dan pertumbuhan pangsa wilayah (PPW) bernilai positif, namun bukan merupakan sektor basis (nilai LQ1). Subsektor kehutanan dan subsektor peternakan dan hasilnya tergolong sebagai subsektor lambat (tertekan) dan tidak memiliki daya saing wilayah berada pada kuadran IV di bawah garis diagonal, nilai pertumbuhan proporsional (PP) bernilai positif dan pertumbuhan pangsa wilayah (PPW) bernilai negatif.
创建时间:
2018-05-30
二维码
社区交流群
二维码
科研交流群
商业服务