Omi, Ubi, dan Syukur!/ Omi, Cassava and Gratitude!
收藏资源简介:
[Bilingual children's storybook: Bahasa Indonesia and English/ Bilingual: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris] [There are three versions of this book for children: Level A is for children aged 4-7; Level B is for children aged 7-9; Level C is for children aged 10-12./ Kami menyediakan buku anak ini dalam tiga versi: Jenjang A untuk anak berusia 4-7 tahun; jenjang B untuk anak berusia 7-9 tahun, jenjang C untuk anak berusia 10-12 tahun.] Omi lives in a small village in Kupang, Indonesia. She is 10 years old. Last year, her family couldn’t grow their corn because of climate change. They feel sad about this. But Omi has an idea to help her family this year. How can Omi help her family? What do they do to survive? Come and read this exciting story! Omi tinggal di desa kecil di Kupang. Ia anak umur 10 tahun. Tahun lalu, panen jagung keluarga Omi gagal karena dampak perubahan iklim. Keluarga Omi sedih karena hal ini. Tapi tahun ini, Omi punya ide untuk membantu keluarganya. Bagaimana Omi membantu keluarganya?Apa yang mereka lakukan agar tetap bertahan? Yuk, baca kisah seru ini! This story comes from research about how people in Eastern Indonesia learn to face climate change. Climate change is a big problem, and some people feel the effects more, especially older people, women, and people with disabilities. This research focuses on places where climate change is a big challenge. It also helps people share their stories through the research project: “Developing a Model of Future-proofing for Climate Resilience by Engaging Communities in Eastern Indonesia.” This research is part of the KONEKSI Project, supported by the governments of Australia and Indonesia. It is done by Monash University Australia, Monash University Indonesia, and other partners. We hope this book helps many people be stronger and ready for the future. Thank you to everyone who joined this research, especially the people in Kupang, Lombok, and Makassar who shared their stories. Thank you also to the researchers from Indonesia and Australia who worked very hard. MoFCREC Research Team: Assoc. Prof. Sharyn Davies; Assoc. Prof. Ika Idris; Assoc. Prof. Narelle Waren; Assoc. Prof. Becky Batagol; Assoc. Prof. Ronli Sifris; Prof. Alex Lechner; Prof. Sudirman Nasir; Dr. Welmince Djulete; Dr. Miya Irawati; Dr. Yulisna Mutia Sari; Dr. Sabina Puspita; Berti Soli Dima Malingara; Nur Syarif Ramadhan; Rafika Nurul Hamdani Ramli; Rosmiati Sain; Dr. Erlin Erlina; Nunung Triningsih; Ela Nurhayati;Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si; Assoc. Prof. Eka Permanasari; Dr. Wikke Novalia; Jack Clancy; Liz Thompson; Khadijah Saleh; Assoc. Prof. Gillian Kidman. For more information about this research, visit: https://www.monash.edu/indonesia/our-research/mofcrec Kupang, May 2026 ---- Cerita ini dibuat dari hasil riset tentang cara warga di Indonesia Timur belajar hadapi perubahan iklim. Perubahan iklim menjadi ancaman serius, dengan dampak yang lebih berat bagi sebagian orang, terutama orangtua, perempuan, dan difabel. Riset ini berfokus pada daerah yang paling rentan terhadap perubahan iklim, serta berupaya mengangkat suara komunitas terdampak melalui proyek riset: “Membangun Model Ketahanan Iklim untuk Masa Depan dengan Pelibatan Komunitas di Indonesia Timur.” Riset ini dibuat melalui Proyek KONEKSI, yang didukung oleh Pemerintah Australia dan Indonesia, dan dijalankan oleh Kampus Monash Australia bersama Kampus Monash Indonesia dan organisasi mitra lainnya. Semoga buku ini bisa membantu banyak orang agar lebih tahan dan siap hadapi masa depan. Terima kasih kepada semua yang sudah ikut dalam riset ini, terutama warga di Kupang, Lombok, dan Makassar yang sudah berbagi cerita mereka. Terima kasih juga untuk para peneliti dari Indonesia dan Australia yang telah bekerja keras. Tim Peneliti MoFCREC: Assoc. Prof. Sharyn Davies; Assoc. Prof. Ika Idris; Prof. Narelle Warren; Assoc. Prof. Becky Batagol; Assoc. Prof. Ronli Sifris; Prof. Alex Lechner; Prof. Sudirman Nasir; Dr. Welmince Djulete; Dr. Miya Irawati; Dr. Yulisna Mutia Sari; Dr. Sabina Puspita; Berti Soli Dima Malingara; Nur Syarif Ramadhan; Rafika Nurul Hamdani Ramli; Rosmiati Sain; Dr. Erlin Erlina; Nunung Triningsih; Ela Nurhayati; Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si; Assoc. Prof. Eka Permanasari; Dr. Wikke Novalia; Jack Clancy; Liz Thompson; Khadijah Saleh; Assoc. Prof. Gillian Kidman. Untuk info lebih banyak tentang riset ini, bisa dilihat di: https://www.monash.edu/indonesia/our-research/mofcrec Kupang May 2026



