Building the Repository System
收藏DataCite Commons2025-05-12 更新2025-05-17 收录
下载链接:
https://dataverse.harvard.edu/citation?persistentId=doi:10.7910/DVN/ATB6IQ
下载链接
链接失效反馈官方服务:
资源简介:
<p>Data becomes an important issue in conducting research activities. Each research institute and R & D requires data was documented from previous research, whether derived from the institution itself or other institutions. Currently, each work unit already has several databases, but there is yet one means to store a safe and reliable. Therefore, a large scientific data repository system is required. In addition to being a means of sharing data, the repository is also intended to provide access and preserve data. The repository is expected to support intergovernmental research collaboration.
The various data held by Indonesian Institute of Sciences (LIPI)'s work units, especially the Life Science and Earth Science can be categorized as big data because it has a very large volume, variety, and velocity (high speed) needed to process the data. The data are still scattered in part still managed by individually and partly. Individual data management causes lack of access, data is only accessible to a limited audience. Lack of access leads to duplication of research, wasted government funds, and lack of benefits for further research.</p>
<p>----------------------------------------------------------------------</p>
<p>Data menjadi masalah yang penting dalam melakukan kegiatan penelitian. Setiap lembaga penelitian dan badan litbang memerlukan data-data yang dokumentasi dari penelitian sebelumnya, baik yang berasal dari institusi sendiri atau institusi lain. Saat ini masing-masing satuan kerja sudah memiliki beberapa pangkalan data, akan tetapi belum ada satu sarana untuk menyimpan yang aman dan handal. Oleh karena itu, perlu dibuat sistem repositori big data ilmiah. Selain sebagai sarana berbagi data, repositori juga dimaksudkan untuk menyediakan akses dan melestarikan data. Dengan repositori diharapkan akan mendukung kolaborasi penelitian antar lembaga.
Berbagai macam data yang dimiliki oleh satuan kerja di lingkungan LIPI, khususnya Kedeputian Ilmu Hayati dan Kedeputian Kebumian dapat dikategorikan big data imiah karena memiliki volume yang sangat besar, variety (jenis) yang sangat beragam, dan velocity (kecepatan) tinggi yang dibutuhkan untuk memproses data tersebut. Data-data tersebut masih tersebar sebagian masih dikelola secara individu dan sebagian sudah dikelola oleh satuan kerja. Pengelolaan data secara individu menyebabkan kurangnya akses, data hanya dapat diakses oleh kalangan terbatas. Kurangnya akses menyebabkan terjadinya duplikasi penelitian, dana pemerintah terbuang, dan kurangnya manfaat untuk penelitian lebih lanjut.</p>
数据在开展科研活动中已成为一项核心议题。各研究机构与研发部门均需依托过往研究形成的文档化数据,此类数据既可源自本机构,亦可来自外部其他机构。当前各工作单位虽已搭建多套数据库,但尚未存在统一的安全可靠存储载体。因此,亟需构建大型科学数据仓储系统。该系统不仅可作为数据共享平台,还旨在提供规范化的数据访问渠道并实现数据持久化留存。预期该仓储系统将助力跨政府机构间的研究协作。
印度尼西亚科学研究所(Indonesian Institute of Sciences, LIPI)各下属单位所持有各类数据,尤其是生命科学与地球科学领域的数据,可归类为大数据(big data)——因其具备极大的数据体量、多样的数据类型与高速的数据处理需求。目前此类数据仍呈分散状态:部分由个人独立管理,部分由所属工作单位负责运维。个人化的数据管理模式会导致数据访问权限受限,仅对有限群体开放。数据访问不足会引发研究重复、政府资金浪费,且无法为后续研究提供充分价值。
提供机构:
Harvard Dataverse
创建时间:
2017-03-30



